Review Film Judul “SOUL” Rekomendasi Buat Si-si kecil di waktu Liburan

Film kartun hasil kerjasama Pixar dan Disney ini bercerita perihal Joe Gardner, seorang guru musik yang mempunyai mimpi untuk menjadi musisi Jazz tenar. Asa yang tidak kunjung terwujud serta perbedaan pandangan hidup dengan ibunya, membuat ia merasa jenuh dan hampa dengan kehidupannya yang kini. Suatu hari, Joe mendapat peluang tampil dalam sebuah acara klub Jazz tenar. Dia merasa sangat senang karena impiannya akan segera terwujud. Tetapi sayang, dalam perjalanan pulang ke rumah, Joe mengalami kecelakaan. Dia tidak sengaja terjatuh ke dalam lubang selokan di tengah jalan. Peristiwa itu membuatnya koma dan terbangun dengan format ‘jiwa biru’ yang dinamakan Soul. Jiwanya itu diberi tuntunan menuju “The Great Beyond” bersama ‘jiwa’ orang-orang lain yang sudah meninggal.

Karena Joe merasa belum sesuai mati dan masih ingin menggapai impiannya di dunia, ia berhasil meloloskan diri dan tersesat di “The Great Before“, tempat dimana ‘jiwa-jiwa’ mulai disusun lewat pelatihan-pelatihan agar siap untuk diwariskan ke bumi. Di “The Great Before“, Joe berusaha mencari jalan keluar untuk kembali ke bumi, namun usahanya selalu sia-sia. Hingga suatu ketika, ia berjumpa dengan 22, salah satu ‘jiwa’ yang tidak kunjung menemukan jati diri selama pelatihan di “The Great Before“. Hal ini menghasilkan 22 berprasangka buruk perihal kehidupan di bumi. Dia sempat berdaya humaskepri.id upaya untuk menetap di “The Great Before” selamanya, karena menurutnya bumi hanyalah tempat yang dipenuhi oleh hal-hal negatif saja.

Joe kemudian berdaya upaya bahwa 22 yakni satu-satunya jalan yang akan membawanya kembali ke bumi. Kesudahannya, ia menjadi mentor 22 untuk mencari jati diri. Bersama Joe, 22 berusaha menemukan spark atau tujuan hidupnya, sebagai kepingan badge yang terakhir. Tiap-tiap-tiap ‘jiwa’ yang ada di “The Great Before” seharusnya melengkapi kepingan badge berbentuk bumi yang akan menjadi ‘karcis’ mereka untuk turun ke bumi. Semangat Joe yang tinggi untuk menggapai mimpinya menjadi penyanyi Jazz membuat ia mengorbankan banyak hal. Dari sinilah petualangannya bersama ‘jiwa’ nomor 22 dimulai.

Review pribadi :

Film “Soul” mengajak kita bertanya kembali perihal apa yang sesungguhnya menjadi tujuan hidup kita. Apakah cita-cita dan impian kita kini yakni tujuan hidup ini? Kalau jawabannya iya, karenanya yang menjadi pertanyaan berikutnya yakni apakah impian yang gagal berarti kita gagal dalam menempuh tujuan hidup? Berdasarkan penulis, film ini bisa membuat penonton merenung dan berdaya upaya perihal jawaban pertanyaan di atas. Secara visual, “Soul” sanggup menawarkan tampilan kartun yang bagus dan menghibur bagi penonton usia dini. Tetapi, film ini juga menaruh pesan budi pekerti yang dalam perihal kehidupan. Layak untuk dinikmati seluruh usia, mulai dari si kecil muda hingga orang dewasa.

Kecuali ajakan untuk mengingat kembali tujuan hidup, “Soul” mengandung pesan akan pentingnya mensyukuri nikmat ketika hidup. Selagi masih muda, kita seharusnya memakai tiap-tiap menit kehidupan untuk hal yang positif dan berkhasiat bagi sekitar. Film ini mengajarkan kita untuk memelihara hubungan bagus dengan orang lain, menjauhi sikap egois, peka kepada lingkungan sekitar, serta merasakan tiap-tiap kesedihan dan kegagalan dalam hidup. Karena dengan progres pendewasaan itulah, kita akan terwujud menjadi pribadi yang kuat untuk menghasilkan impian besar kita kelak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *